7 Cara Mengobati Cacar Air Tanpa Bekas dengan Cara Alami

Cara Mengobati Cacar Air – Penyakit cacar adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster, biasanya diderita oleh anak-anak di bawah 10 tahun, meski juga tak jarang menyerang orang dewasa. Gejalanya adalah muncul ruam-ruam pada kulit disertai dengan demam.

Sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk menangani cacar air, karena biasanya seseorang yang menderita penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Jika memang diperlukan pengobatan, tujuannya hanya untuk mengurangi gejalanya saja, bukan untuk mengobati penyakitnya.

Ada beberapa cara pengobatan dan tindakan preventif yang bisa kita lakukan terhadap penyakit ini. Berikut beberapa cara mengobati cacar air dan meringankan gejalanya.                                                                

  1. Banyak Minum Air Putih

Banyak minum air putih dan hindari makanan yang dapat membuat mulut sakit, khususnya makanan asin. Pencegahan dehidrasi penting bagi pengidap cacar air, terutama anak-anak. Es juga dapat diberikan untuk meringankan nyeri atau gatal akibat bintil cacar air di dalam mulut.

  1. Jangan Menggaruk Bintik Cacar

Jangan Menggaruk Bintik Cacar

Meskipun bintil cacar air terasa sangat gatal, usahakan sebisa mungkin untuk tidak menggaruknya, guna menghindari resiko infeksi, penularan ke orang lain, dan timbulnya jaringan parut (skar).

Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur juga dapat mencegah garukan, terutama pada anak-anak. Anda juga dapat mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine. Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar iritasi kulit dapat di cegah.

  1. Gunakan Obat Pereda Sakit

Gunakan obat pereda sakit atau analgesik jika perlu. Analgesik seperti paracetamol dapat dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Tetapi, disarankan menghubungi dokter terlebih dulu jika anak anda berusia di bawah tiga bulan saat mengalami cacar air.

  1. Obat Antivirus Dan Terapi Imunoglobulin

Obat Antivirus Dan Terapi Imunoglobulin

 

Penggunaan obat antivirus atau terapi imunoglobulin sangat disarankan untuk sebagian orang yang beresiko tinggi mengalami infeksi cacar air yang parah. Contohnya pada wanita hamil, orang dewasa (terutama yang merokok), bayi dibawah empat minggu dan orang-orang dengan sistem imun yang lemah seperti penderita gagal ginjal, HIV, atau yang sedang menjalani kemoterapi.

Obat antivirus yang biasa di gunakan adalah acyclovir. Obat ini bisa meringankan gejala cacar air jika diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah ruam muncul.

Untuk terapi immunoglobulin, Dalam terapi ini, varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus.

  1. Oleskan Madu

Mengoleskan madu murni juga merupakan salah satu cara menyembuhkan penyakit cacar yang ampuh. Madu mampu mengatasi keluhan-keluhan pada kulit dan mengeringkan bekas penyakit cacar. Jangan lupa, gunakan madu murni yang tidak mengandung pengawet dan bahan-bahan kimia.

  1. Oleskan Baking Soda

Oleskan Baking Soda

Baking soda memang umumnya digunakan untuk masakan, tapi juga memiliki manfaat bagi kulit. Mengoleskan baking soda di kulit bisa mengurangi gatal-gatal dan memberikan rasa sejuk, serta mengembalikan kelembaban kulit.

  1. Cara Mengobati Cacar Air dengan Air kelapa

Air kelapa dikenal sebagai minuman detoks alami yang dapat membersihkan racun dalam tubuh. Tak hanya itu, membersihkan tubuh dan wajah secara rutin menggunakan air kelapa juga ternyata bisa menghilangkan bekas penyakit cacar, juga bekas-bekas luka lainnya. Kulit pun kembali mulus bila dilakukan secara rutin.

Itulah beberapa cara mengobati cacar air dan tindakan preventif yang dapat anda lakukan untuk meringankan gejala dan meminamalisir penyebarannya. Bila bekas-bekas cacar masih gatal dan tidak kunjung hilang juga setelah beberapa minggu, konsultasikan ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Penting untuk menerapkan serta membiasakan pola makan dan gaya hidup yang sehat agar imunitas tubuh selalu terjaga sehingga tidak rentan terhadap serangan virus penyebab penyakit.

Leave a Comment