Mengenal Lebih Dekat Observatorium Bosscha

Jika berbicara mengenai laboratorium astronomi, maka Observatorium Bosca lah jawaban tepatnya. Labotatorium luar angkasa ini sekarang sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Bandung. Observatorium Bosscha ini adalah satu tempat untuk peneropongan bintang di angkasa serta merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia.

Dibangun pada zaman penjajahan sampai sekarang balai observasi ini masih tetap eksis sebagai salah satu laboratorium astronomi di Indonesia. Penasaran dengan tempat menarik satu ini? silahkan simak baik-baik uraian berikut ini.

Sejarah Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha ini pada zaman dahulu bernama Bosscha Strrenwacht. Tempat observasi ini dibangun oleh Nederland-Indische-Sterrenkundige Vereeniging atau yang disingkat dengan NISV. Keputusan membangun tempat observasi ini dilakukan pada saat rapat pertama NISV. Dimana pada rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk membuat tempat observasi dengan tujuan untuk memajukan Ilmu Astronomi yang ada di Hindia Belanda serta pada saat rapat tersebut, seorang tuan tanah di perkebunan the Malabar yang bernama Karel Albert Rudolf Bosscha bersedia menyediakan dana untuk membangun balai observasi astronomi ini. Untuk menghargai jasa Karel albert Rudolf Bosscha maka namanya turut disematkan dalam nama bangunan ini.

Proses pembangunan balai obsesrvasi ini berlangsung selama 5 tahun, yaitu pada tahun 1932 hingga tahun 1928. Secara internasional balai observasi ini dipublikasikan pada tahun 1933. Namun karena adanya perang dunia 2 dengan terpaksa balai observasi ini akhirnya dihentikan. Setelah perang dunia 2 usai, maka dilakukan renovasi besar-besaran terhadap balai observasi ini. renovasi dilakukan karena tempat bersejarah ini mengalami kerusakan yang cukup parah akibat terjadinya perang.

Penyerahan observasi dari NISV kepada pemerintah Republik Indonesia dilakukan pada tanggal 17 Oktober 1951 dan pada tahun 1959 berdirilah Institut Teknologi Bandung atau yang sering disebut dengan ITB. Nah ketika ITB sudah berdiri maka laboratorium Astronomi ini menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung. Sejak saat itulah maka balai observasi ini berfungsi sebagai lembaga penelitian serta pendidikan foral untuk Astronomi di Indonesia.

Jadwal Kunjungan Observatorium Bosscha

Kunjungan ke laboratorium luar angkasa ini bisa dilakukan dalam dua kali waktu dalam satu hari, pengunjung bisa melakukan kunjungan siang atau kunjungan malam. Adapun mengenai detail kunjungannya bisa dilihat dalam uraian berikut ini :

Kunjungan Siang

Pada jam kunjungan siang, para pengunjung bisa melihat detail kerja teleskop Zeiss. Namun pada saat kunjungan siang pengunjung tidak bisa meneropong, namun akan mendapatkan informasi astronomi yang berada di ruangan multimedia. Untuk bisa masuk ke ruangan ini pengunjung harus membayar biaya masuk sebesar Rp. 15.000 untuk setiap orangnya.

Kunjungan Malam

Selain kunjungan siang, pihak laboratorium juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melakukan kunjungan malam. Pada jam kunjungan malam ini apabila langit dalam keadaan cerah dalam artian tidak sedang mendung, hujan serta berkabut para pengunjung berkesempatan melihat teleskop Zeiss namun juga tidak meneropong. Selain itu pengunjung akan mendapatkan informasi astronomi saat berada di ruangan multimedia serta melakukan peneropongan langsung menggunakan teleskop portable atau teleskop Bamberg. Namun apabila cuaca sedang tidak bersahabat pengunjung tetap bisa melakukan kunjungan malam namun tanpa melakukan peneropongan. Adapun biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 20.000 .

Program kunjungan malam hanya dibuka pada saat musim kemarau saja serta hanya dibuka untuk beberapa malam saja. adapun periodenya berkisar di bulan April hingga Oktober, untuk waktunya yaitu berlangsung pada jam 17.00 hingga 22.000. diharapkan pengunjung datang sebelum acara dimulai.

Nah itulah beberapa informasi terkait dengan Observatorium Bosscha, semoga uraian ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya.

Leave a Comment